Sinergi Agung dari Ujung Barat Nusantara: KALAM PRABU Siap Hidupkan Ruh Kerajaan untuk Generasi Digital Indonesia

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TagAceh – Sebuah lompatan besar dalam pelestarian warisan leluhur baru saja ditorehkan di tanah Serambi Mekkah pada Rabu, 10 Juni 2026. Bertepatan dengan momentum Hari Media Sosial, sebuah gebrakan penuh makna dan sarat nilai spiritual lahir dari ujung barat Nusantara. Di era saat jempol manusia bergerak lebih cepat daripada hati, sebuah sinergi agung hadir sebagai pengingat: sudah bijakkah kita mewariskan syariat, adat, dan budaya kepada generasi penerus?

Hanya berselang delapan hari setelah resmi mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kemenkumham RI (Nomor Pencatatan 01257949, 2 Juni 2026), kurikulum karakter KALAM PRABU (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya) langsung mengepakkan sayapnya. Kurikulum yang dalam bahasa Aceh dikenal sebagai filosofi “Meuresam, Meuadab, Meusyariat, dan Meubudaya” ini resmi memulai langkah besarnya melalui penandatanganan surat imbauan oleh Ketua Lembaga Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara, Dato’ Kiam Radja TG. Prof. DR (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D.

 

Mandat Budaya dari Tahta Kesultanan Daya

Langkah awal ini berpusat di Kesultanan Daya (Raja Negeri Daya – Aceh Darussalam) di bawah pimpinan DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah. Melalui penetapan Surat Keputusan (SK) terbaru, Raja Negeri Daya resmi ditunjuk sebagai Penanggung Jawab program di wilayah Aceh Jaya.

Sementara itu, Kepala SMP Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., diamanahkan sebagai pelaksana teknis sekaligus supervisor yang akan mengawal implementasi kurikulum ini ke sekolah-sekolah lain.

Gayung bersambut, Raja Negeri Daya langsung memerintahkan Wazir Katibul Muluk untuk segera menerbitkan administrasi Warkah Amanat Kebudayaan Aceh Darussalam. Surat amanah syariat, adat, dan budaya ini diteruskan langsung kepada Bupati Aceh Jaya, dengan tembusan kepada: Ketua Lembaga Dzurriyat Radja Sultan Se-Nusantara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Jaya, Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh Jaya, dan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Jaya

Baca Juga :  Harga Emas di Aceh Jaya Tembus 3,5 Juta Per Manyam

Melalui warkah ini, SMP Darun Nizham resmi dikukuhkan sebagai sekolah pilot project. Ridwan selaku pelaksana dan supervisor diwajibkan memberikan laporan perkembangan secara berkala langsung kepada Raja Negeri Daya.

 

Kolaborasi Kreatif: Menembus Batas Layar Sinema

Keunikan pertemuan ini semakin terasa dengan hadirnya putra asli Woyla, Aceh Barat, Andri Saputra. Pria yang berprofesi sebagai Documentaries Filmmaker sekaligus pendiri Komunitas Asdoc Creative House, Yayasan Gotong Royong Kreatif, dan Lembaga Kolaborasi Kita Kreatif ini, siap membawa narasi KALAM PRABU ke tingkat nasional melalui visualisasi yang magis.

Andri, yang sebelumnya sukses menyutradarai film dokumenter berbasis budaya lewat pendanaan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan—seperti Adat Panglima Laot Di Ujung Kuta Raja, Take Lawe, Adat Mawah, dan Pujangga Sufi Nusantara—kini bersiap membuka pintu langit bagi cita-cita budaya yang lama terpendam.

Sebuah karya sinematik monumental bertajuk “Sang Penjaga Akal Budaya: Merawat Rahim Kebangsaan Di Bumi Daya” dijadwalkan memulai proses syuting pada 10 September 2026 mendatang. Tidak berhenti di situ, proyek kelanjutannya yang mengupas sejarah mendalam, “Membuka Tabir Tahta Po Teumeurehoh”, juga telah dijadwalkan untuk diproduksi pada tahun 2027.

Baca Juga :  Arti Penting Mitigasi Bencana Dalam Industri Pariwisata dan Membangun Pariwisata Aceh Jaya Yang Berkelanjutan

 

“Siapa Lagi Kalau Bukan Kita? Kapan Lagi Kalau Bukan Sekarang?”

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan emosional. Raja Negeri Daya dengan semangat tinggi menunjukkan kefasihannya dalam menuturkan setiap jengkal sejarah kerajaan. Semangat ini didukung penuh oleh Dato’ Tuan Guru Fekri Juliansyah, sosok yang tidak hanya berwawasan luas dan bersuara khas, tetapi juga sarat pengalaman dalam dunia perfilman bertajuk kerajaan. Kombinasi ini menjanjikan sebuah sajian sejarah, syariat, dan adat yang ringan namun berbobot bagi generasi zilenial dan alfa.

Momen haru membuncah saat Dato’ Guru Fekri berjalan di sekitar situs sejarah sambil menunjuk ke arah makam kuno masa kesultanan. “Kalau kita lihat dari segi corak nisan, kini ironisnya tak terurus. Siapa lagi kalau bukan kita? Kapan lagi kalau bukan sekarang? Kita harus saling berbagi tugas sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Dato’ Guru lirih namun tegas, membuat Ridwan yang mendengarnya tak kuasa menahan rasa haru.

Di sudut ruangan, Andri Saputra tampak mengangguk takzim. Matanya fokus membedah draf struktur adegan dan naskah sulih suara (voice over) untuk kedua film dokumenternya. Proses penyelarasan akhir (finishing) nantinya akan dibimbing langsung oleh Dato’ Guru Fekri dan Raja Negeri Daya demi menemukan ‘ruh’ murni dari amanah Syariat, Adat, dan Budaya Negeri Daya.

Dari ujung Aceh Jaya, sepotong sejarah sedang dirajut kembali. Bukan untuk terjebak di masa lalu, melainkan sebagai kompas komitmen moral bagi Indonesia yang bersatu, cerdas, dan tetap berakar pada budayanya di tengah gempuran digitalisasi dunia.

Penulis : Ridwan MA

Berita Terkait

Sedekat Mata Putih dan Mata Hitam: KALAM PRABU Hubungkan Kerajaan Daya dan Generasi Digital Aceh
Sembilan Negeri Bersatu di Ujung Sumatera
Skandal Terlarang Dua ASN Pengawas Sekolah Berujung Pemecatan
SMP Darun Nizham Bangkit dari Banjir, Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana “SANTANA”
Antara Plat Kendaraan dan Langkah Kaki yang Hilang
Ini Yang Harus Dilakukan ASN PPPK Setelah Pelantikan dan Terima SK
Ini Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu
Arti Penting Mitigasi Bencana Dalam Industri Pariwisata dan Membangun Pariwisata Aceh Jaya Yang Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:33 WIB

Sinergi Agung dari Ujung Barat Nusantara: KALAM PRABU Siap Hidupkan Ruh Kerajaan untuk Generasi Digital Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:09 WIB

Sedekat Mata Putih dan Mata Hitam: KALAM PRABU Hubungkan Kerajaan Daya dan Generasi Digital Aceh

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:19 WIB

Sembilan Negeri Bersatu di Ujung Sumatera

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:41 WIB

Skandal Terlarang Dua ASN Pengawas Sekolah Berujung Pemecatan

Sabtu, 6 Desember 2025 - 00:02 WIB

SMP Darun Nizham Bangkit dari Banjir, Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana “SANTANA”

Berita Terbaru

Pendidikan

Ketua STAIN Meulaboh Isi Ceramah Agama di Brunei Darussalam

Minggu, 7 Jun 2026 - 21:32 WIB