TagAceh – Direktur Yayasan Aceh Jaya Mangrove Institute (AMI), Abdul Hadi, melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Nyak Amir, pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, serta pengembangan konservasi mangrove di Pantai Barat Aceh.
Dalam audiensi itu, Abdul Hadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Teuku Umar yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap berbagai program AMI. Menurutnya, dukungan tersebut turut berkontribusi atas keberhasilan AMI meraih Penghargaan Kalpataru Tahun 2026.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Teuku Umar atas dukungan selama ini sehingga tahun ini kami memperoleh Penghargaan Kalpataru 2026,” ujar Abdul Hadi.
Ia menjelaskan, AMI bersama UTU akan memperluas kerja sama melalui berbagai program, mulai dari edukasi mahasiswa, pengembangan lima lokasi baru kawasan konservasi mangrove di Aceh Jaya, hingga pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melibatkan civitas akademika UTU.
Menurut Abdul Hadi, Rektor UTU menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kolaborasi yang lebih luas melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ke depan akan ada berbagai seminar, kuliah umum, hingga kolaborasi dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.
Selain membahas kerja sama akademik, audiensi juga menghasilkan kesepakatan untuk membuka akses beasiswa bagi mahasiswa, khususnya anak yatim dan keluarga kurang mampu melalui Yayasan Amal UTU.
Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, menyampaikan bahwa mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat diusulkan memperoleh bantuan beasiswa setelah memasuki semester kedua. Ia juga menegaskan bahwa Universitas Teuku Umar memiliki biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terjangkau serta menyediakan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.
Menanggapi hal tersebut, Abdul Hadi menyatakan AMI siap mendukung upaya tersebut agar semakin banyak generasi muda Aceh Jaya memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
“Harapan kami, kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan kualitas pendidikan, pelestarian lingkungan, serta pengembangan sumber daya manusia di Aceh,” tutupnya.
Penulis : Redaksi









