TagAceh – Rasa cinta tanah air sering kali hanya ditunjukkan melalui ucapan dan simbol-simbol kebangsaan. Namun, ketika lingkungan sekitar dipenuhi sampah dan alam terus mengalami kerusakan, muncul pertanyaan apakah kita benar-benar mencintai Indonesia? Menurut saya, menjaga lingkungan merupakan salah satu bentuk nasionalisme yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kita sering mengabaikan kata-kata “Sampahmu adalah tanggung jawabmu” sekecil apapun sampah kita akan berdampak sangat besar untuk kehidupan di masa yang akan mendatang. Saya sering melihat orang-orang yang meninggalkan sampah di tempat mereka duduk, tanpa merasa bersalah seakan kebersihan lingkungan adalah tugas para pekerja kebersihan. Padahal kebiasaan kecil seperti membuang sembarangan dapat menimbulkan dampak yang besar. Ketika sampah menumpuk di selokan dan sungai, aliran air menjadi tersumbat dan berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan.
Saya suka mengunjungi berbagai pantai dan tidak ada satupun pantai tanpa sampah yang berserakan, keindahan pantai perlahan berkurang akibat tumpukan sampah. Pemandangan seperti ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan perlu ditingkatkan lagi. Padahal menciptakan lingkungan yang bersih tidak memerlukan tindakan yang besar, kita hanya perlu sadar bahwa sampah kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Selain itu, perkembangan zaman dan gaya hidup yang semakin praktis juga turut meningkatkan jumlah sampah, terutama sampah plastik. Banyak orang yang memakai plastik sekali pakai tanpa memikirkan dampaknya. Saya perlahan sadar dan mulai mengikuti salah satu ucapan dosen saya yang menyarankan untuk mengurangi sampah terutama dari botol air plastik yang kita minum, alangkah baiknya kita menggunakan botol untuk isi ulang air tanpa harus menambah sampah.
Mungkin dulunya saya merasa sangat ribet untuk membawa botol air besar kemana-mana, namun saat menyadari jika tindakan ini membuat saya lebih hemat terlebih bisa sekalian menjaga lingkungan saya mulai merekomendasikan kepada teman-teman untuk mengurangi beli air kemasan.
“Perubahan kecil dimulai dari diri sendiri, dengan mengurangi sampah dan kebiasaan sederhana, kita telah mengambil satu langkah untuk menjaga lingkungan”
Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, mulai dari hutan tropis, laut, pegunungan, hingga berbasis flora dan fauna yang tidak dimiliki banyak negara lain. Kekayaan ini merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus selalu kita jaga bersama. Jika lingkungan rusak akibat pencemaran, penebangan liar, atau sampah yang tidak dikelola dengan baik, maka yang dirugikan bukan hanya generasi saat ini, tetapi juga generasi yang akan mendatang. Jangan sampai tindakan tidak bertanggung jawab kita merugikan orang lain, apalagi hingga merenggut nyawa dan harta benda di sekitar. Kerusakan lingkungan yang terus kita biarkan dapat memicu berbagai bencana, seperti banjir yang semakin parah. Jika bukan kita yang menjaga alam tercinta ini, siapa lagi? Banjir bandang di akhir tahun 2025 bukanlah sebuah kebetulan, banyak warga yang kehilangan tempat dan harapan, longsor, pencemaran air dan udara, kerugian ekonomi dan korban jiwa. Berapa banyak jiwa lagi yang harus terluka sampai kita benar-benar sadar untuk peduli terhadap lingkungan?
Di kalangan generasi muda, nasionalisme dapat kita wujudkan melalui tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Tindakan ini mungkin terlihat kecil tapi akan berdampak sangat besar bagi keberlanjutan lingkungan Indonesia. Menjaga alam adalah salah satu bentuk cinta kita terhadap tanah air.
Nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata atau simbol negara, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Dengan merawat alam indonesia, kita ikut menjaga masa depan bangsa. Oleh karena itu, setiap masyarakat perlu menumbuhkan kembali rasa peduli terhadap lingkungan sebagai salah satu bentuk cinta tanah air.
Penulis Ros Maulida
Mahasiswi STAIN Meulaboh









