TagAceh – Di era modern sekarang ini dimana perkembangan teknologi dan dan arus globalisasi yang semakin melaju cepat, dan semakin banyak pula perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita, terutama di kalangan generasi muda saat ini. Kemajuan teknologi membuat dunia terasa semakin dekat. Melalui internet dan media sosial banyak anak muda mendapatkan kemudahan akses untuk berkomunikasi kepada banyak orang bahkan dari berbagai macam negara, mengakses informasi tanpa batas, serta dengan mudah dapat mengikuti tren global dengan secara cepat. Kondisi pada saat sekarang inilah dapat menimbulkan banyak pertanyaan yang menarik untuk dibahas, yaitu apakah nasionalisme masih relevan bagi anak muda di era modern seperti sekarang ini.
Kebanyakan orang melihat atau beranggapan bahwa di kalangan generasi muda pada saat ini sudah mulai mengalami penurunan terakait nasionalisme. Mereka melihat bahwa banyak anak muda pada saat ini lebih banyak mengenal budaya asing dibandingkan budaya mereka sendiri. Dikarenakan anak muda sekarang ini tidak sedikit yang lebih menggunakan bahasa asing di dalam percakapan mereka sehari-hari, mengikuti gimana gaya hidup orang luar negeri, atau lebih mengidolakan tokoh-tokoh internasional di bandingkan tokoh bangsa sendiri. Fenomena tersebut di anggap pertanda bahwa banyak anak muda pada saat sekarang ini,rasa cinta terhadap tanah air mereka sendiri mulai memudar. Namun jika di lihat dan di amati dengan lebih dalam, bahwa anggapan tersebut belum tentu benar.
Menurut saya, nasionalisme masih sangat relevan bagi anak muda, bahkan menjadi salah satu nilai yang penting untuk dipertahankan di tengah perkembangan zaman. Yang berubah bukanlah rasa cintanya terhadap bangsa, melainkan cara generasi muda dalam mengekspresikannya. Jika pada masa lalu nasionalisme diwujudkan melalui perjuangan fisik untuk mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini nasionalisme lebih banyak diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.
Nasionalisme pada dasarnya bukan hanya tentang menghafal sejarah perjuangan bangsa, mengikuti upacara bendera, atau menyanyikan lagu kebangsaan. Semua hal tersebut memang penting sebagai bentuk penghormatan terhadap negara, tetapi nasionalisme memiliki makna yang lebih luas. Nasionalisme juga berarti memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa, menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta berusaha memberikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki. Dalam konteks ini, nasionalisme tetap relevan karena Indonesia masih membutuhkan generasi muda yang peduli terhadap masa depan negaranya.
Di era digital pada saat ini, nasionalisme dapat diwujudkan melalui berbagai cara yang lebih dekat dengan kehidupan anak muda. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial secara positif. Saat ini, media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi informasi dan membangun opini publik. Karena banyak anak muda pada sekarang ini menggunakan platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan X itu dapat digunakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luas. Mereka dapat membuat konten seperti tentang kuliner tradisional, pakaian adat, bahasa daerah, wisata lokal, hingga konten terkait sejarah bangsa dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda pada saat ini.
Selain itu, dukungan terhadap produk lokal juga dapat menjadi bentuk nasionalisme yang sederhana tetapi memiliki dampak yang sangat besar. Yaitu ketika anak muda lebih memilih menggunakan produk buatan Indonesia, berarti mereka turut membantu perkembangan usaha lokal dan meningkatkan perekonomian nasional. Saat ini semakin banyak merek lokal yang mampu bersaing dengan produk luar negeri, baik di bidang fashion, makanan, kosmetik, maupun teknologi. Dengan begitulah cara anak muda mendukung produk dalam negeri, yang berarti generasi muda menunjukkan bahwa mereka bangga terhadap hasil karya bangsa sendiri.
Bentuk nasionalisme lainya juga dapat di lihat dari semangatnya anak muda dalam meraih prestasi. Dapat kita lihat banyak generasi muda yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia sendiri, melalui bidang pendidikan, olahraga, seni, teknologi, kewirausahaan dan banyak lagi lainya. Seperti ketika seorang mahasiswa yang dapat memenangkan kompetensi di tingkat internasional, sekelompok penari yang membawa nama Indonesia, atau seorang atlet yang meraih juara membawa nama harum Indonesia, atau anak muda yang dapat menciptakan teknologi baru yang dapat bermanfaat bagi masyrakat. Sebenarnya mereka semua telah memperlihatkan bahwa mereka cinta terhadap tanah air mereka sendiri melalui sebuah karya dan prestasi. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa nasionalisme juga di tunjukkan dengan cara usaha dan semangatnya anak muda dalam membawa nama baik Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain,nasionalisme juga dapat di lihat dari kepedulian sosial anak muda, seperti yang kita lihat banyak anak muda yang aktif dan ikut adil dalam kegiatan kemanusiaan, misalnya menjadi relawan seperti contohnya kemarin beberapa mahasiswa atau anak muda lain yang ikut adil menjadi relawan banjir bandang Sumatera, juga mengadakan kegiatan sosial yang membantu masyrakat dan banyak lagi lainnya. Tindakan-tindakan tersebut menunjukkan adanya rasa tanggung jawab terhadap sesama warga negara. Kepedulian seperti inilah merupakan salah satu bentuk nasionalisme yang sangat penting, karena menunjukkan bahwa cinta tanah air tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.
Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa tantangan nasionalisme di era modern juga semakin kompleks. Arus globalisasi yang begitu kuat dapat membuat generasi muda lebih mudah terpengaruh oleh budaya luar. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal tersebut dapat menyebabkan lunturnya rasa bangga terhadap budaya dan identitas bangsa sendiri. Selain itu, perkembangan teknologi juga membawa berbagai masalah seperti penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, serta konflik di media sosial yang dapat mengancam persatuan masyarakat.
Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan kesadaran yang kuat terhadap identitas kebangsaan mereka. Anak muda harus mampu memilih informasi yang benar, menghargai perbedaan, serta menggunakan teknologi untuk tujuan yang positif. Sikap terbuka terhadap perkembangan dunia memang penting, tetapi tidak boleh membuat seseorang melupakan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang menjadi identitas Indonesia.
Peran pendidikan juga sangat penting dalam menjaga semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. Sekolah dan perguruan tinggi tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik. Nilai-nilai nasionalisme perlu diajarkan melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman, bukan hanya melalui teori di dalam kelas. Kegiatan sosial, proyek lingkungan, diskusi kebangsaan, serta pemanfaatan teknologi untuk kegiatan positif dapat menjadi cara yang lebih efektif dalam menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda.
Pada akhirnya, nasionalisme masih sangat relevan di era modern. Meskipun bentuknya telah mengalami perubahan, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap dibutuhkan untuk menjaga persatuan dan kemajuan bangsa. Anak muda saat ini menunjukkan nasionalisme melalui cara yang lebih kreatif, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Mereka menunjukkan rasa cinta terhadap Indonesia melalui prestasi, kepedulian sosial, pelestarian budaya, dukungan terhadap produk lokal, serta penggunaan media digital untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Oleh karena itu, nasionalisme bukanlah nilai yang ketinggalan zaman, melainkan nilai yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Selama generasi muda masih memiliki rasa bangga terhadap bangsanya dan berusaha memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, maka nasionalisme akan tetap hidup dan relevan di era modern maupun di masa yang akan datang.
Penulis Astra Ningsih
Mahasiswi Prodi KPI STAIN Meulaboh









