TAGACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf resmi melantik Safwandi dan Muslem D sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya untuk periode 2025-2030. Pelantikan berlangsung khidmat di Gedung DPRK Aceh Jaya, Rabu, 19 Februari 2025.
Dalam sambutannnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, menyampaikan tujuh poin penting yang harus menjadi fokus pemerintahan Aceh Jaya ke depan. Salah satunya adalah menjaga hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif guna memperkuat jalannya pemerintahan.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti kesiapan Aceh Jaya sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV, sebuah ajang olahraga tingkat provinsi akan digelar pada tahun 2026 mendatang.
Pemerintah Aceh telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk penyelenggaraan event tersebut.
Ia berharap dana tersebut dapat dikelola dengan baik agar PORA XV berlangsung sukses dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk bekerja keras demi menyukseskan PORA XV di Aceh Jaya. Ini adalah momentum penting bagi daerah kita,” tegasnya.
Pemerintahan dibawah kepemimpinan Safwandi dan Muslem D harus adil dan merata, serta senantiasa mengutamakan kesejahteraan seluruh masyarakat Aceh Jaya tanpa memandang latar belakang atau kelompok tertentu.
“Saya yakin dan percaya bahwa Bapak Safwandi dan Muslem D mampu menjalankan amanah ini dengan baik untuk kesejahteraan rakyat. Menjadi bupati berarti menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat Aceh Jaya, tanpa terkecuali,” tegasnya
Muzakir Manaf juga berharap agar Bupati dan Wakil Bupati terpilih dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh dalam membangun daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi akan mempercepat pembangunan serta menciptakan kemakmuran bagi seluruh warga Aceh Jaya
Sementara itu, Bupati terpilih Safwandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur Aceh serta semua pihak yang telah mendukung proses pelantikan. Ia juga mengapresiasi kontribusi para pemimpin sebelumnya, khususnya Penjabat Bupati Aceh Jaya, Murtala yang telah memimpin dengan dedikasi selama masa transisi.
“Kepercayaan yang diberikan kepada kami adalah amanah besar. Kami akan bekerja dengan ikhlas dan penuh dedikasi untuk memajukan Aceh Jaya, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, dan kesejahteraan sosial,” ujar Safwandi.
Lanjutnya, Salah satu fokus utama kepemimpinan baru ini adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026. Safwandi berkomitmen menjadikan Aceh Jaya sebagai tuan rumah terbaik dalam sejarah PORA, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Aceh.
Selain itu, Safwandi menekankan pentingnya pembenahan tata kota Calang. Ia berencana menjadikan Calang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang tertata, nyaman, dan modern. Beberapa inisiatif yang akan dilakukan meliputi penataan infrastruktur, perbaikan fasilitas umum, dan penciptaan ruang hijau untuk menarik investasi dan wisatawan.
Safwandi juga menyoroti konflik antara gajah liar dan masyarakat yang kerap terjadi di Aceh Jaya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat, provinsi, dan pihak terkait guna mencari solusi berkelanjutan. “Kami ingin memastikan solusi yang diambil tidak hanya mengurangi konflik, tetapi juga menjaga kelestarian gajah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kepemimpinan Safwandi dan Muslem D juga akan memperkuat sinergi dengan DPRK Aceh Jaya, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat. Mereka berencana memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, menarik investasi berkelanjutan, serta memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Di akhir pidatonya, Safwandi mengajak seluruh masyarakat Aceh Jaya untuk bersama-sama membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
“Kami tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan, kritik, dan saran dari semua pihak. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dalam membangun Aceh Jaya yang lebih sejahtera,” tutupnya.
Pelantikan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat provinsi Aceh, para pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Jaya, unsur Forkopimda serta unsur vertikal di lingkungan Aceh Jaya.









