TagAceh – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darun Nizham kembali mengukir prestasi sekaligus membuktikan komitmennya dalam membangun generasi yang tangguh dan berkarakter. Melalui kolaborasi erat bersama Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Provinsi Aceh, sekolah ini sukses menggelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana, Rabu (15/7/2026).
Langkah nyata ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan inovasi “SANTANA” atau Sekolah Aman Tangguh Bencana yang kini telah resmi mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Kegiatan simulasi yang berlangsung khidmat sekaligus dinamis ini bukanlah agenda instan. SMP Darun Nizham tercatat telah konsisten melaksanakan program mitigasi ini sebanyak delapan kali dalam empat tahun terakhir. Konsistensi inilah yang mengantarkan SANTANA menjadi sebuah inovasi pendidikan kebencanaan yang diakui secara hukum melalui sertifikasi HKI, sebuah pencapaian langka untuk institusi pendidikan di tingkat menengah pertama, terlebih yang berada di daerah dengan fasilitas serba terbatas.
Namun, ada yang berbeda dan sangat unik pada pelaksanaan tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya Tim Tagana Aceh disambut dan dijamu dengan menu tradisional sederhana seperti sambal khas Aceh, talas, dan terasi, kali ini suasana kebersamaan itu terasa jauh lebih istimewa.
Usai peluh menetes selama simulasi evakuasi mandiri, para anggota Tagana disuguhkan hidangan legendaris yang sangat istimewa: ikan jurung atau yang akrab dikenal masyarakat lokal sebagai ikan kereling.
Ikan kereling merupakan hidangan khas dan eksklusif yang diperoleh langsung dari derasnya Sungai Krueng Teunom. Hidangan istimewa ini secara khusus dibawa oleh salah seorang guru berdedikasi tinggi di sekolah tersebut, Ukhti Farriani, S.Pd., yang berasal dari kawasan Sarah Raya. Jamuan makan bersama ini bukan sekadar seremoni pengisi perut atau formalitas belaka.
Di balik kelezatan gurihnya ikan kereling, tersirat makna ketulusan yang mendalam, keistimewaan hubungan antar lembaga, serta semangat kebersamaan yang kokoh untuk saling menjaga dari ancaman bencana alam.
Momentum penuh kehangatan ini juga menjadi jembatan bagi agenda besar berikutnya.
Seluruh pihak yang hadir berkomitmen untuk saling bahu-membahu mempersiapkan pengukuhan inovasi baru yang tidak kalah monumental, yaitu “KALAM PRABU” (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya). Program inovatif ini dirancang sebagai benteng pertahanan bencana non-alam bagi para siswa di era modern.
Dukungan penuh terhadap masa depan karakter generasi muda ini datang dari berbagai tokoh penting. Rizal Dinana, SE., menyatakan kesiapannya, baik secara organisasi, pribadi, maupun mengerahkan seluruh kompetensi yang dimilikinya untuk menyukseskan KALAM PRABU.
Menurutnya, inovasi ini merupakan wujud nyata dari siaga pencegahan bencana non-alam atau bencana sosial yang saat ini kian mengkhawatirkan di tengah masyarakat.
“Tantangan zaman sekarang bukan hanya bencana alam fisik, melainkan juga degradasi moral dan sosial yang mengintai anak-anak kita. Hanya dengan benteng pendidikan karakter yang kuat melalui kearifan lokal seperti ini, kita bisa meminimalisir dampak buruk tersebut,” pungkas Rizal dengan tegas.
Sebagai wujud keseriusannya, Rizal juga siap berpartisipasi aktif dan bersinergi langsung dengan Para Raja dan Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara. Sinergi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal, sejarah, budaya, dan adat istiadat luhur di lingkungan sekolah, agar para siswa tidak kehilangan identitas aslinya.
Sisi emosional dan keunikan acara ini semakin terasa dengan kehadiran Sulaiman, S.Pd., mantan ketua panitia inovasi pada tahun-tahun sebelumnya. Meskipun beliau telah memasuki masa purnatugas atau pensiun terhitung sejak 1 April lalu, kecintaannya terhadap sekolah dan dunia pendidikan tidak pernah surut. Kehadirannya di tengah-tengah acara membawa suasana haru sekaligus memantik motivasi bagi para guru muda.
“Meskipun secara administrasi kami telah purnatugas, semangat jiwa guru di dalam dada kami takkan pernah pudar,” ujar Sulaiman dengan mata berkaca-kaca karena haru.
Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inovasi lain yang terus berjalan di SMP Darun Nizham, yaitu “SIPUTRI” (Silaturahmi dan Peusijuek Santri).
“Inovasi SIPUTRI ini luar biasa. Saya merasa sangat bangga dan terharu karena kami yang sudah pensiun ini masih sangat dihargai, dihormati, dan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan penting sekolah. Bahkan, kami kembali dilibatkan menjadi panitia pengukuhan inovasi KALAM PRABU untuk menyambut para Raja dalam agenda ‘Saweu Sikula’. Kami bahkan sudah menerima baju khusus panitia untuk menyambut para tamu agung tersebut,” tambahnya.
Kepala SMP Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., yang saat ini juga sedang menempuh pendidikan sebagai Kandidat Doktor bidang pendidikan di Pascasarjana UIN Ar-Raniry, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. Ia menekankan bahwa keberhasilan seluruh inovasi ini adalah buah dari kerja kolektif yang tulus.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, mulai dari semua lembaga yang telah berkolaborasi, hingga rekan-rekan media yang selalu setia mendampingi kami. Awak media adalah penyambung lidah kami yang menyuarakan inovasi dan inspirasi pendidikan ini ke tingkat yang lebih luas, walau kami bergerak dari daerah dengan fasilitas yang serba terbatas,” tutur Ridwan.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi tanpa pamrih tersebut, Ridwan mengumumkan bahwa para insan pers dan seluruh lembaga mitra yang selama ini konsisten mendukung sekolah akan diberikan penghargaan khusus. Penghargaan tersebut akan diserahkan secara resmi pada hari pengukuhan Inovasi KALAM PRABU, langsung di hadapan Para Raja dan Ketua Lembaga Raja Sultan Se-Nusantara yang dijadwalkan hadir.
Dengan perpaduan ketangguhan fisik melalui SANTANA dan penguatan jiwa melalui KALAM PRABU, SMP Darun Nizham membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan fasilitas bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak luas, inspiratif, dan diakui secara nasional.
Penulis : Ridwan MA









