Pemkab dan DPRK Aceh Jaya Diminta Audit PT Barajaya 

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAGACEH – Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (Ipelmaja- Meulaboh) menyatakan sikap kritis terhadap minimnya kontribusi perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Barajaya (Perseroda) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski telah menyerap anggaran miliaran rupiah sejak didirikan.

Hal itu dikatakan oleh Ketua IPELMAJA Meulaboh, M. Farhan Ridha (Adek Nazsry) kepada tagaceh.com, Jumat (25/7/2025).

Dia menilai, PT Barajaya sudah lama berjalan tanpa arah yang jelas, sehingga perlu penjelasan secara detail dan menyeluruh penyebab tidak berjalan unit usaha yang telah digagas oleh perusahaan selama ini.

“Kami mahasiswa tidak akan diam melihat anggaran daerah dihambur-hamburkan tanpa hasil. PT Barajaya harus diaudit secara menyeluruh, dan jika perlu, dilakukan RUPS-Luar Biasa untuk mengganti direksi,” tegas Adek Nazsry dalam keterangan tertulis, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga :  Buku Karya Ketua STAIN Meulaboh Disosialisasikan ke Brunei

Jika alasan PT Barajaya masih proses pengembangan, kata dia, tidak dapat lagi diterima sebagai pembenaran karena telah berjalan selama beberapa tahun.

“Setelah lima tahun lebih tidak bisa menghasilkan dividen atau minimal membiayai operasional sendiri, maka ada kegagalan sistemik dalam perencanaan dan pelaksanaannya yang gagal,” tambahnya.

Untuk itu, dia meminta kepada Pemkab dan DPRK Aceh Jaya untuk mengudit keuangan dan operasional secara terbuka dan independen.

Baca Juga :  Polres Aceh Jaya Kerahkan 100 Personel untuk Pengamanan Pelantikan Bupati Terpilih 

“laporan keuangan dan hasil audit disampaikan ke publik sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2008, serta mengevaluasi kinerja dan restrukturisasi direksi melalui RUPS-Luar Biasa,” tambahnya.

IPELMAJA Meulaboh juga mempertanyakan sikap diam pemerintah daerah dan legislatif terhadap polemik ini. Padahal, sudah saatnya ada tindakan konkret, bukan lagi wacana evaluasi yang tak kunjung dilakukan.

“PT Barajaya bukan milik segelintir orang. Ia milik rakyat Aceh Jaya. Jika uang rakyat digunakan tanpa hasil, itu pengkhianatan terhadap amanah publik,” pungkas Adek.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Tunggakan Pajak APBG 2025 Diperkirakan Capai Rp1 Miliar, Pemkab Aceh Jaya Panggil 172 Pemerintah Gampong
Satpol PP dan WH Aceh Jaya Tingkatkan Pengawasan Qanun Syari’at Islam Melalui Patroli Persuasif
Pilchiksung Aceh Jaya 2026: 239 Calon Keuchik Resmi Ditetapkan di 98 Gampong
STAIN Meulaboh Borong Medali SeIBa International Festival 2026
Pemkab Aceh Jaya Imbau Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Aceh Jaya Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
168 Keuchik Aceh Jaya Ditegur karena Lambat Ajukan ADG Tahap III
Bupati Aceh Jaya Tekankan Penguatan Akhlak Generasi Muda dalam Pembangunan Aceh

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Tunggakan Pajak APBG 2025 Diperkirakan Capai Rp1 Miliar, Pemkab Aceh Jaya Panggil 172 Pemerintah Gampong

Senin, 20 Juli 2026 - 13:18 WIB

Satpol PP dan WH Aceh Jaya Tingkatkan Pengawasan Qanun Syari’at Islam Melalui Patroli Persuasif

Senin, 13 Juli 2026 - 10:55 WIB

Pilchiksung Aceh Jaya 2026: 239 Calon Keuchik Resmi Ditetapkan di 98 Gampong

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:29 WIB

STAIN Meulaboh Borong Medali SeIBa International Festival 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:28 WIB

Pemkab Aceh Jaya Imbau Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Berita Terbaru

Pendidikan

SMP Darun Nizham Luncurkan Inovasi “Tgk. CEO” 

Kamis, 30 Jul 2026 - 23:54 WIB