STAIN Meulaboh Sukses Gelar MICONIS ke-2, Dorong Transformasi Studi Islam di Tengah Pusaran Digital

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAGACEH – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh sukses besar menjadi tuan rumah penyelenggaraan Meulaboh International Conference on Islamic Studies (MICONIS) ke-2.

Konferensi internasional bergengsi ini berhasil menarik perhatian akademisi global dengan mengangkat tema strategis: “The Development of Islam in Southeast Asia: Education, Civilization, Law, Modern Fiqh Siyasah, and Transformation in The Digital Era.”

Acara yang diadakan secara hibrida (hybrid) ini menjadi wadah konferensi penting bagi para cendekiawan untuk mendiskusikan peran vital Islam dalam merespons tantangan modern di kawasan Asia Tenggara.

Rektor STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan urgensi kolaborasi internasional.

“Dinamika Islam di Asia Tenggara sangat beragam, dan kita memerlukan sinergi global untuk memahami serta menavigasi konteks revolusi digital ini,” ujarnya.

Sesi utama konferensi diwarnai pandangan visioner dari dua Keynote Speaker terkemuka yang mendorong lembaga pendidikan Islam untuk tidak gentar bertransformasi.

Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, menyoroti penguasaan teknologi sebagai kunci kemajuan peradaban. Beliau menekankan bahwa transformasi yang dibutuhkan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan perubahan mendasar pada pola pikir.

Baca Juga :  Wakil Ketua II DPRK Nagan Raya Ajak Mahasiswa Aktif Kawal Kebijakan Daerah

“Percepatan zaman menuntut institusi pendidikan Islam harus menjadi pelopor. Jika kita ingin melihat peradaban Islam yang unggul, maka kita harus memastikan bahwa Tidak ada Kesuksesan tanpa pengorbanan untuk menguasai teknologi,” tegas Prof. Arskal.

Ia menambahkan, “Transformasi digital adalah pengorbanan kita saat ini demi kemaslahatan di masa depan.”

Sementara itu, Prof. Dr. Martin Kastuti, M.Pd., Rektor UIN Imam Bonjol Padang, memberikan penekanan pada keseimbangan antara ilmu dan karakter. Menurutnya, perkembangan iptek harus selalu dibingkai oleh nilai-nilai keislaman dan etika, terutama dalam konteks perundang-undangan (Fiqh Siyasah).

“Peradaban Islam di Asia Tenggara akan menjadi mercusuar dunia jika kita mampu menjaga keseimbangan. Ilmu tanpa karakter adalah kosong, dan karakter tanpa ilmu adalah buta,” ucapnya.

Menurutnya inti dari pendidikan adalah membentuk karakter dan nilai positif pada kehidupan sehari-hari mahasiswa.

Konferensi semakin kaya dengan kehadiran enam pembicara dari berbagai negara Asia Tenggara yang tergabung dalam sesi panel diskusi yaitu Math Apy, Ph.D. (Highest Council for Islamic Religious Affairs Cambodia), Puan Tham Thuyet, M.A., Ph.D. (Vietnam National University, Ho Chi Minh City), Dr. Cecep Solahudin Luthfi, MA (Universiti Islam Sultan Sharif Ali) Brunei Darussalam. Profesor Madya Dr. Rahimah Embong (Universiti Sultan Zainal Abidin) Malaysia, Dr. Adha Shaleh (Independent Researcher, Singapore) dan Marhamah, M.S.I., Ph.D (STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh).

Baca Juga :  Prodi Magister Ekonomi Syariah STAIN Meulaboh Gelar Workshop Kurikulum

Para panelis ini membahas secara mendalam isu hukum Islam modern, pendidikan Islam komparatif, dan tantangan komunitas Muslim regional. Mereka sepakat bahwa tujuan krusial dari diskusi ini adalah merumuskan model kolaboratif untuk menghadapi isu transnasional, termasuk moderasi beragama, pengembangan ekonomi syariah, dan harmonisasi Fiqh dengan kebutuhan masyarakat digital.

MICONIS ke-2 ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam memperkuat jaringan akademik dan mendorong lahirnya penelitian-penelitian inovatif tentang Islam di Asia Tenggara yang relevan dengan perkembangan global.[]

Berita Terkait

Aceh Jaya Hidupkan Tradisi Ureuh dan Semeuleung Raja pada Hari Kebudayaan Nasional 
Santri dari Lima Negara Ikut Lomba Tahfiz LKS XIII Dayah Darul Muta’allimin 
STAIN Meulaboh Wisudakan 96 Lulusan Sarjana dan 2 Lulusan Program Magister Perdana
DCDC STAIN Teungku Dirundeng Bekali 100 Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Kerja
UNDP Indonesia Beri Pemahaman Green Jobs Untuk Mahasiswa STAIN Meulaboh
SMP Darun Nizham Guncang Nusantara Lewat Gebyar Budaya
STAIN Meulaboh Kembali Kirim Mahasiswa PPL/KPM ke Dua Negara ASEAN
Ketua STAIN Meulaboh Dorong Mahasiswa Kritis terhadap Isu Nasional

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Aceh Jaya Hidupkan Tradisi Ureuh dan Semeuleung Raja pada Hari Kebudayaan Nasional 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Santri dari Lima Negara Ikut Lomba Tahfiz LKS XIII Dayah Darul Muta’allimin 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:38 WIB

DCDC STAIN Teungku Dirundeng Bekali 100 Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Kerja

Rabu, 30 September 2026 - 21:11 WIB

UNDP Indonesia Beri Pemahaman Green Jobs Untuk Mahasiswa STAIN Meulaboh

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:48 WIB

SMP Darun Nizham Guncang Nusantara Lewat Gebyar Budaya

Berita Terbaru

News

Wabup Aceh Jaya Kukuhkan Pengurus LPTQ 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:10 WIB