TAGACEH — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, Ir. Fauzi Yahya, angkat bicara terkait makin maraknya serangan gajah liar terhadap kebun warga di sejumlah wilayah Aceh Jaya.
Ia mendesak Pemerintah daerah untuk mencari solusi dan formula yang tepat menangani permasalahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini.
Seperti mengusulkan bantuan subsidi atau bibit tanaman alternatif yang tidak disukai gajah untuk menggantikan tanaman yang rusak. Sebab, metode pengusiran gajah yang selama ini dilakukan oleh BKSDA belum efektif.
Menurut Ir. Fauzi, banyak warga mengalami kerugian materi akibat serangan gajah, terutama para petani yang menggantungkan hidupnya pada kebun sawit.
“Masyarakat bermimpi bahwa dengan menanam satu hektar sawit bisa menghasilkan Rp3 hingga Rp5 juta per bulan. Karena itulah, mereka rela menjual harta, menahan lapar, hujan dan panas demi memiliki kebun,” kata politisi Partai PKB ini.
Namun kenyataan di lapangan, Kebun-kebun sawit yang dibangun dengan penuh perjuangan justru menjadi sasaran empuk gajah liar. “Ini sangat memilukan. Harapan warga kandas karena tanaman mereka dimakan gajah,” tambahnya.
“Saya harap ada formula yang benar-benar menyentuh akar masalah. Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi korban,” tutupnya.
Penulis : Redaksi









