TAGACEH – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Jaya menggelar Pelatihan Kader Ulama (PKU) Tahun 2025 di Hotel Khana, mulai 23 – 31 Oktober 2025.
Pelatihan bertema “Mewujudkan Kader Ulama Cerdas dalam Menghadapi Perkembangan Zaman” diikuti oleh 18 peserta dari sembilan kecamatan.
Bupati Aceh Jaya, Safwandi, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Muhammad Milsa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Jaya atas pelaksanaan kegiatan Pelatihan Kader Ulama.
Pelatihan tersebut sebagai upaya membangun kualitas kader ulama di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Jaya.
Muhammad Milsa menyebutkan bahwa ulama merupakan pilar utama dalam masyarakat. Mereka berperan sebagai penjaga akidah, pembimbing umat, sekaligus penerus perjuangan para nabi.
“Namun kita juga menyadari, peran ulama hari ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dunia berubah dengan cepat, teknologi dan informasi berkembang tanpa batas. Generasi muda kita terpapar berbagai pemikiran dan gaya hidup global yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam,” ujar Milsa.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menuntut lahirnya ulama yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga cerdas dalam menyikapi perkembangan zaman, memahami kebutuhan umat, serta mampu berdialog dengan berbagai kalangan.
“Kita membutuhkan ulama yang kuat dalam dalil, bijak dalam pendekatan, dan mampu memberikan solusi atas persoalan kehidupan,” lanjutnya.
Karena itu, pelatihan kader ulama ini menjadi sangat relevan dan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mencetak ulama yang tidak hanya mewarisi ilmu, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan visi keumatan.
“Ulama harus hadir di tengah masyarakat, memberikan keteduhan dalam perbedaan, dan menjadi perekat dalam keberagaman,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, tambah Milsa, meyakini bahwa pembangunan tidak akan bermakna tanpa fondasi moral dan spiritual yang kokoh. Pelatihan kader ulama ini dianggap sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Pembangunan SDM, terutama dari kalangan ulama dan generasi muda, adalah investasi utama bagi masa depan daerah ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan MPU dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat pendidikan Islam, memberdayakan dayah, serta mendukung proses kaderisasi ulama secara berkelanjutan.
Kepada para peserta pelatihan, Milsa berpesan agar dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya.
“Ambillah sebanyak mungkin manfaat dari ilmu yang disampaikan. Jadikan pelatihan ini sebagai titik awal untuk mengembangkan diri, memperdalam ilmu, dan memperluas wawasan agar kelak mampu menjadi kader ulama yang berilmu, berakhlak, dan berpengaruh dalam membina umat,” ujarnya.
Ketua MPU Kabupaten Aceh Jaya, Tgk. Munawar Dani atau yang akrab disapa Abati, mengatakan bahwa kegiatan pelantikan Pengkaderan Ulama merupakan bagian penting dari upaya memperkuat peran ulama di tengah masyarakat.
Abati menambahkan, pengkaderan seperti ini diharapkan dapat melahirkan generasi ulama muda yang berintegritas, berwawasan luas, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Melalui PKU, kita ingin menciptakan ulama muda yang siap berperan aktif dalam menjaga akidah umat serta membimbing masyarakat menuju kehidupan Islami yang kaffah,” tutur Abati.
Sementara itu Kepala Sekretariat MPU Aceh Jaya, Jamaluddin menyebutkan kegiatan PKU tersebut akan berlangsung selama 9 hari, mulai 23 – 31 Oktober 2025.
” PKU rutin digelar setiap tahun, sebagai upaya memperkuat kelembagaan yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat, baik dalam sisi akidah, muamalat, maupun kehidupan sosial keagamaan,” ujar Jamaludin.
Ia mengharapkan, dengan adanya kegiatan ini hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat semakin harmonis, serta peran MPU sebagai lembaga fatwa daerah semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh Jaya.

Penulis : Redaksi









