TAGACEH – Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya mencatat luas Lahan Baku Sawah (LBS) yang tersebar di sembilan kecamatan di wilayah setempat pada tahun 2025, mencapai 5.966 hektare, berkurang jika dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat lebih dari 8.000 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, drh. Dailami, mengungkapkan bahwa pengurangan jumlah lahan sawah tersebut disebabkan oleh alih fungsi lahan ke sektor perkebunan, terutama kelapa sawit.
“Banyak lahan sawah dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit karena petani terkendala air saat musim tanam tiba,” ujarnya, Jumat (25/7/2025).
Ia mengatakan, dampak dari alih fungsi lahan ini membuat hasil produksi padi menurun drastis menjadi 2.625 ton untuk satu kali panen, jauh menurun jika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai total 44.912 ton selama satu tahun per dua kali panen.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terus berupaya mendukung produktivitas petani melalui berbagai program bantuan, seperti penyediaan alat dan mesin pertanian guna membantu petani mengolah lahan, mempercepat proses tanam dan panen padi.
“Kami juga sudah mengusulkan program cetak sawah baru seluas 1000 hektar guna menambah lahan sawah dan meningkatkan hasil produksi padi,” tutup Dailami.(*)
Penulis : Redaksi









