Generasi Raja Teunom Impikan Replika Keraton dan Kapal Nissero

- Jurnalis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAGACEH – Teuku Marhaidi (63), keturunan generasi kelima Raja Teunom dari Desa Rambong Payong, Kecamatan Teunom, menyampaikan impiannya membangun replika keraton Raja Teunom lengkap dengan sembilan meriam besar dan kapal Nissero Questi.

Hal itu disampaikannya pada kegiatan uji tayang perdana film dokumenter “Sejarah Raja Teunom Teuku Imum Muda” yang diselenggarakan oleh SMP Swasta Darun Nizham, Sabtu (2/8/2025).

Menurutnya, pembangunan replika raja Teunom bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi sebuah upaya menghidupkan kembali kejayaan sejarah Aceh yang mulai terlupakan.

Ia membayangkan bangunan keraton dengan arsitektur khas Aceh berdiri megah, dikelilingi meriam-meriam yang menjadi simbol kekuatan masa silam, serta replika kapal Nissero Questi—kapal Belanda yang berhasil ditaklukkan oleh Raja Teunom dalam aksi heroik yang memalukan Belanda di mata dunia.

“Saya rindu melihat kembali sembilan meriam leluhur saya berdiri tegak, mengingatkan kita akan kekuatan dan ketahanan Aceh. Dan tentu saja, kapal Nissero Questi, sebagai bukti nyata keberanian Raja Teunom,” ujar Teuku Marhaidi dengan suara bergetar.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mendukung impian tersebut untuk membangun ikonik sejarah Kerajaan Teunom .

Tekad untuk membangkitkan kembali warisan sejarah ini tak hanya datang dari Teuku Marhaidi. Dukungan penuh juga disuarakan oleh generasi keenam dan ketujuh keturunan Raja Teunom yaitu Teuku Darmaidi Saputra, Teuku Rezhal Yusdart, Teuku Muhammad Farzanata Al-Fatih, dan Teuku Muhammad Rafif Alfurqan.

Baca Juga :  Safwandi Temui Menteri Transmigrasi Minta Pelepasan HPL Dua Ribu Hektare

Bagi mereka, pembangunan replika keraton dan kapal bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap leluhur, tapi juga sarana edukatif yang dapat memperkenalkan nilai-nilai perjuangan, strategi diplomasi, dan kearifan lokal kepada generasi muda.

Menghidupkan Tradisi “Meurumok”

Selain replika, Teuku Marhaidi juga mengungkapkan kerinduannya terhadap tradisi Meurumok, kenduri rempah yang dulunya diadakan oleh Raja Teunom untuk rakyatnya. Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Aceh.

“Meurumok itu kearifan lokal kita. Bayangkan kalau bisa dijadikan agenda tahunan, ini akan mempersatukan masyarakat sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada Raja Teunom,” tambahnya sambil menunjukkan foto prosesi lama kenduri rempah.

Film Dokumenter Bangkitkan Kesadaran Sejarah

Impian ini semakin menggema saat pemutaran perdana film dokumenter “Sejarah Raja Teunom Teuku Imum Muda” di SMP Swasta Darun Nizham, Sabtu (2/8/2025).

Film ini menyoroti sisi lain perjuangan Raja Teunom, tidak hanya dalam penaklukan kapal Nissero Questi, tapi juga dalam manuver diplomasi cerdas yang melibatkan kapal dagang tenaga uap milik Inggris untuk menekan blokade Belanda atas pelabuhan dagang Teunom.

Baca Juga :  STAIN Meulaboh Beri Pendampingan Pengisian DRH Bagi PPPK Tahap 2

Pemutaran film yang digagas oleh pihak sekolah bekerja sama dengan Studio Central itu disambut antusias. Aula sekolah dipadati siswa, guru, orang tua, keturunan Raja Teunom, dan tokoh masyarakat. Suasana khidmat terasa saat adegan pertempuran laut dan negosiasi diplomatik diputar di layar lebar.

Setelah film berakhir, diskusi hangat terjadi, melibatkan ahli sejarah, tokoh adat, dan pelajar. Forum tersebut menjadi ruang refleksi kolektif tentang pentingnya menggali dan merawat sejarah lokal sebagai bagian dari identitas dan kekuatan bangsa.

Impian Teuku Marhaidi dan keturunannya bukanlah sekadar nostalgia masa lalu, melainkan panggilan untuk merawat warisan budaya dan menanamkan semangat patriotisme kepada generasi masa depan.

Di tengah peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, gagasan ini menjadi pengingat bahwa semangat juang tidak hanya hidup di medan perang, tetapi juga dalam upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan belajar dari sejarahnya.(*)

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Anggota TNI di Aceh Barat Putuskan Jadi Mualaf
Sejumlah Personel Polres Aceh Jaya Dapat Penghargaan, AKBP Zulfa Renaldo Beri Apresiasi  
Kapolda Aceh Salurkan Bantuan kepada Bayi yang Ditemukan Warga di Masjid Aceh Jaya
Aceh Jaya Meurepee Salurkan Santunan Anak Yatim ke Daerah Terpencil
Safwandi Ikut Bagikan Santunan Panga Peduli Yatim, Per Orang Dapat Rp500 Ribu
Terkumpul 22 Juta, Komunitas Woyla Peduli Yatim Santuni 111 Anak Yatim
Aceh Jaya Meurepee Santuni 161 Anak Yatim Jelang Hari Raya
‎PWI Aceh Jaya Gelar Buka Puasa Bersama Mitra dan Santuni Anak Yatim

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 21:16 WIB

Anggota TNI di Aceh Barat Putuskan Jadi Mualaf

Senin, 13 April 2026 - 19:00 WIB

Sejumlah Personel Polres Aceh Jaya Dapat Penghargaan, AKBP Zulfa Renaldo Beri Apresiasi  

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:27 WIB

Kapolda Aceh Salurkan Bantuan kepada Bayi yang Ditemukan Warga di Masjid Aceh Jaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:48 WIB

Aceh Jaya Meurepee Salurkan Santunan Anak Yatim ke Daerah Terpencil

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:18 WIB

Safwandi Ikut Bagikan Santunan Panga Peduli Yatim, Per Orang Dapat Rp500 Ribu

Berita Terbaru

Pemkab Aceh Jaya

Yenni Elpiana Ditunjuk Jadi Plt Kepala Dishubtah Aceh Jaya

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:21 WIB

News

Anggota TNI di Aceh Barat Putuskan Jadi Mualaf

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:16 WIB

Pemkab Aceh Jaya

H Masri Dilantik Sebagai Sekda Definitif Aceh Jaya

Selasa, 28 Apr 2026 - 10:10 WIB