Dr Syamsuar Sosialisasi Tiga Buku Karyanya di Forum Nasional

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAGACEH – Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr Syamsuar mensosialisasikan 3 karya akademiknya, Sabtu, 24 Mei 2025, dalam acara Intermediate Training (LK-II) Tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh HMI Cabang Blangpidie.

Ketiga karya itu adalah buku yang berjudul “Fiqh Siyasah dalam Bingkai Interreligius”, buku “Model Konsensus Penyelesaian Tindak Pidana”, dan buku “Teungku Chik Dirundeng: Menelisik Sejarah Kelahiran dan Perjuangan”

Karya pertama yang dipresentasikan berjudul “Fiqh Siyasah dalam Bingkai Interreligius”. Buku tersebut mengkaji dinamika fikih politik dalam konteks pluralisme agama, dengan pendekatan interreligius yang menekankan pentingnya harmoni sosial dalam negara-bangsa.

Dr. Syamsuar menjelaskan bahwa pemahaman fikih tidak dapat dilepaskan dari realitas kebangsaan yang multikultural. Oleh karena itu, perlu dirumuskan ulang dalam kerangka yang lebih inklusif dan dialogis. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan praktisi hukum Islam dalam menyikapi isu-isu kebangsaan secara bijaksana.

Buku kedua yang disosialisasikan berjudul “Model Konsensus Penyelesaian Tindak Pidana”, yang berfokus pada pendekatan restoratif dalam penanganan kasus pidana.

Karya ini merupakan hasil riset mendalam yang mengusulkan penerapan model konsensus dalam penyelesaian perkara pidana ringan, dengan mengedepankan prinsip keadilan restoratif.

Baca Juga :  Sulap Botol Plastik Jadi Sofa, Cara Kreatif Mahasiswa STAIN Edukasi Pelajar MATSA 

Dr. Syamsuar menekankan bahwa sistem hukum nasional perlu memberikan ruang bagi penyelesaian yang lebih humanis, yang tidak semata-mata mengandalkan pendekatan retributif. Buku ini relevan untuk kalangan akademisi hukum, aparat penegak hukum, dan pembuat kebijakan.

Karya ketiga buku berjudul “Teungku Chik Dirundeng: Menelisik Sejarah Kelahiran dan Perjuangan” merupakan biografi intelektual dan historis dari salah satu tokoh ulama Aceh yang berpengaruh. Dalam buku ini, Dr. Syamsuar tidak hanya merekonstruksi perjalanan hidup Teungku Chik Dirundeng, tetapi juga mengulas kontribusinya dalam pendidikan dan perjuangan kemerdekaan. Sosialisasi buku ini menjadi sangat bermakna karena memperkuat narasi lokal dalam historiografi nasional, serta mengangkat kembali tokoh-tokoh yang mulai terlupakan.

Dr. Syamsuar menjelaskan bagaimana pentingnya menjadi akademisi yang produktif dalam pengembangan keilmuan. Produktivitas akademisi diukur dari ragam publikasi yang diterbitkan untuk diseminasi keilmuan dan serta memberikan pencerahan bagi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai daerah seperti Padang (Sumatera Barat), Pekanbaru (Riau), Deli Serdang (Sumatera Utara), dan wilayah Aceh. Keberagaman asal peserta menunjukkan tingginya animo dan kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan intelektual lintas daerah.

Baca Juga :  Ketua STAIN Meulaboh: Aceh Barat Butuh Segera Dewan Pengawas Syariah

Salah seorang peserta mengatakan interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung interaktif, menciptakan ruang diskusi yang dinamis dan konstruktif. Sosialisasi buku dalam forum nasional menjadi bukti konkret bahwa ruang-ruang pelatihan organisasi mahasiswa dapat bertransformasi menjadi wahana diseminasi keilmuan yang strategis.

Peserta dari Padang, Agra, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. Ia mengatakan, “Kegiatan sosialisasi buku ini sangat menginspirasi. Kami melihat langsung bagaimana seorang akademisi bisa berkontribusi secara nyata dalam menciptakan literatur yang bermakna dan aplikatif. Buku-buku yang dipaparkan bukan hanya kaya akan teori, tetapi juga menawarkan solusi konkret terhadap persoalan sosial dan hukum di Indonesia.”

Ia menambahkan, penyebarluasan karya ilmiah tidak hanya dapat dilakukan melalui jalur formal akademik seperti seminar atau konferensi, tetapi juga melalui forum-forum pelatihan organisasi yang memiliki jangkauan luas dan partisipasi lintas daerah.

Sosialisasi karya akademik oleh Dr. Abi Syamsuar dalam forum LK-II HMI ini menjadi contoh praktik baik dalam membumikan ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat, sekaligus membentuk budaya literasi yang lebih kuat di kalangan generasi muda.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

KPI STAIN Meulaboh Kantongi Akreditasi BAN-PT “BAIK SEKALI”
STAIN Meulaboh Bekali 113 Mahasiswa KPM Untuk Mengabdi di Aceh Jaya 
KPI STAIN Meulaboh Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT
Ketua STAIN Meulaboh Lantik Tiga Pejabat Baru
STAIN Meulaboh Siap Sambut Asesmen Lapangan BAN-PT
Sekolah Hadir Saat Api Padam
SMP Darun Nizham Kerjasama Kemitran Bersama BPKP Teunom, Ini Tujuannya 
Ketua STAIN Meulaboh Ingatkan Jadwal SPAN-PTKIN 2026, Siswa Diminta Tidak Terlambat Mendaftar

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

KPI STAIN Meulaboh Kantongi Akreditasi BAN-PT “BAIK SEKALI”

Kamis, 2 April 2026 - 10:28 WIB

KPI STAIN Meulaboh Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:16 WIB

Ketua STAIN Meulaboh Lantik Tiga Pejabat Baru

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:35 WIB

STAIN Meulaboh Siap Sambut Asesmen Lapangan BAN-PT

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:03 WIB

Sekolah Hadir Saat Api Padam

Berita Terbaru

Pendidikan

KPI STAIN Meulaboh Kantongi Akreditasi BAN-PT “BAIK SEKALI”

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:12 WIB

Sejumlah pengunjung menikmati suasana pantai dan mandi laut saat senja di kawasan Pantai Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (13/4/2026).

Feature

Menikmati Senja di Ujung Pantai Lhoknga

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:13 WIB

Pemkab Aceh Jaya

DPMPKB Aceh Jaya Raih 8 Penghargaan dari BKKBN 

Rabu, 15 Apr 2026 - 12:08 WIB