TagAceh – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof Dr H Syamsuar MAg menjadi penceramah dalam program keagamaan yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Warga Emas (PKWE) Daerah Tutong, Brunei Darussalam.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PKWE Daerah Tutong, Imam Haji Hamaffi bin Md Yasin, warga emas, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat, Sabtu 6 Juni 2026.
Prof Syamsuar menyampaikan, hubungan Aceh dan Brunei Darussalam memiliki kedekatan yang kuat, baik dari aspek sejarah, budaya maupun tradisi keislaman.
Ia menjelaskan bahwa istilah Darussalam memiliki makna yang sangat mulia dalam Islam. Dalam Al-Qur’an dikenal istilah Dar al-Salam yang berarti negeri yang penuh keselamatan dan kedamaian.
Di kawasan Asia Tenggara, terdapat beberapa wilayah yang menggunakan nama Darussalam, di antaranya Kerajaan Aceh Darussalam, Brunei Darussalam, Patani Darussalam di Thailand, serta Darussalam di Vietnam.
“Banyak persamaan antara Aceh dan Brunei Darussalam. Kedua wilayah sama-sama menerapkan syariat Islam, berpegang pada Mazhab Syafi’i dalam bidang fikih, serta memiliki produk hukum yang dikenal dengan istilah qanun,” ujarnya.
Prof Syamsuar menekankan, pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperluas silaturahmi antarumat Islam di kawasan ASEAN, serta menghidupkan semangat pembelajaran sepanjang hayat sebagai bagian dari ajaran Islam.
Ia juga mengapresiasi keberadaan PKWE yang menjadi wadah pemberdayaan warga emas di Brunei Darussalam. Menurutnya, berbagai program yang dilaksanakan PKWE sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mendorong umat untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi kepada masyarakat tanpa dibatasi usia.
Kegiatan ceramah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Peserta antusias mengikuti penyampaian materi dan berdiskusi mengenai berbagai isu keislaman serta peran warga emas dalam pembangunan masyarakat.
Kehadiran Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik, sosial, dan keagamaan antara Aceh dan Brunei Darussalam, sekaligus memperkokoh jaringan dakwah Islam di tingkat internasional.(*)
Penulis : Redaksi









