TagAceh – Gebrakan luar biasa sedang berlangsung di Kabupaten Aceh Jaya. Sebuah sinergi strategis yang berjalan sejak tahun 2022 antara dunia pendidikan dan konservasi alam berhasil mencetak prestasi gemilang di tingkat nasional. Ridwan, S.Pd.I., MA., M.Pd., seorang Kepala Sekolah inovatif sekaligus Kandidat Doktor Pendidikan Pascasarjana UIN Ar-Raniry, memberikan dukungan penuh kepada Abdul Hadi (Al-Hadi Manggrove), pendiri Yayasan Aceh Jaya Mangrove Institute (AMI).
Kemitraan ini tidak hanya menyelamatkan ekosistem pesisir, tetapi juga melahirkan 14 inovasi pembelajaran lingkungan yang resmi mengantongi lisensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari pemerintah.
Kolaborasi antara tim pengembangan inovasi Darun Nizham dan AMI dinilai sangat fantastis. Kerja sama ini berhasil mengubah pola pikir generasi muda Aceh melalui kurikulum berbasis alam. Dari 14 inovasi berlisensi HKI yang dilahirkan, terdapat empat program unggulan yang paling signifikan membawa perubahan Taman Medika Terpadu Kita Tanam Bersama, Santri Kreatif Inovasi Alam Hijau, Harmoni Ekoprint Santri dan Siswa Cerdas Daur Ulang Kayu.
Sinergi ini terbukti nyata dalam peringatan Hari Bakti Rimbawan 2026 yang mengusung tema “Keanekaragaman Hayati”.
Pada Kamis, 2 April 2026, Al-Hadi yang juga bertugas sebagai ASN di UPTD KPH Wilayah III Aceh, menggelar aksi edukasi dan penanaman 500 batang bibit mangrove di Desa Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti.
Aksi hijau ini secara khusus melibatkan 20 siswa serta dewan guru dari SMP Darul Nizham, Kecamatan Teunom. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, para siswa diajarkan mengenali peran krusial hutan mangrove sebagai benteng pesisir dan penyerap karbon.

Dukungan penuh mengalir agar Al-Hadi memenangkan Lomba Foto Hari Bakti Rimbawan 2026 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh.
Pihak sekolah menegaskan bahwa Al-Hadi bergerak bukan demi perlombaan belaka. Ia telah konsisten jatuh bangun melakukan konservasi alam di Aceh Jaya sejak tahun 2005, jauh sebelum kompetisi tersebut diadakan.
Dedikasi tanpa batas selama lebih dari dua dekade ini akhirnya membuahkan pengakuan tertinggi. Al-Hadi resmi terpilih masuk dalam 3 Besar Nasional Piala Kalpataru 2026 untuk kategori Insan Peduli Lingkungan Mangrove di Kementerian Lingkungan Hidup.

Sebagai tahapan krusial penilaian, Tim Verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup menjadwalkan validasi lapangan pada Senin dan Selasa, 18 hingga 19 Mei 2026. Tim pusat akan menilai langsung dampak nyata pergerakan Al-Hadi di sekolah dan 11 wilayah binaan di Aceh Jaya, meliputi: Gampong Baro, Lhok Timon, Lhok Buya, Lhok Kruet, Meunasah Kulam, Crak Mong, Krung No, Ceunamprong, Kuala Unga, Krueng Teunom dan Kuetapang.
Al-Hadi sangat mengharapkan kerja sama erat dari seluruh ketua kelompok dan anggota komunitas di desa binaan saat tim kementerian berkunjung. Momentum ini menjadi bukti otentik bahwa pelestarian mangrove di Aceh Jaya adalah sebuah gerakan akar rumput yang hidup dan berdampak nyata bagi masa depan bumi.
Penulis : Ridwan MA









