TAGACEH — Peringatan Hari Pelajar Internasional (17 November 2025), menjadi momentum penting bagi Pondok Pesantren Darun Nizham Aceh Jaya dalam memperkuat kemitraan strategis dan mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis pesantren melalui program unggulan SIRAMBI (Sekolah Islam Berbasis Industri).
Kerja sama antara SMP Darun Nizham dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Aceh Jaya yang telah terjalin sejak 2023 kini memasuki fase baru. Evaluasi dua tahun kolaborasi itu menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pemberdayaan santri di bidang industri dan ekonomi kreatif.
Kepala SMP Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., turut mengikuti pelatihan ekspor impor yang diselenggarakan Diskoperindag, sebagai bentuk kesiapan pesantren menembus pasar global.
“Ini momentum penting setelah perjalanan panjang kemitraan,” ujar Linda Desianti, S.KM., Kepala Seksi Pembinaan Usaha Industri Diskoperindag Aceh Jaya, yang baru-baru ini meraih penghargaan Fasilitator Usaha Industri Terinspiratif 2025.
Linda menjadi sosok kunci dibalik fasilitas Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sertifikat halal untuk 100 produk, serta sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi produk inovasi santri.
Diluncurkan pada 2023, Program SIRAMBI telah melahirkan 114 produk halal dan jasa kreatif pada 2024, meliputi pangan lokal, produk herbal, hingga layanan digital.
“Pesantren bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat inkubasi bisnis Islami. Kami ingin membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi,” tegas Ridwan.
Momentum bersejarah terjadi pada 6 November lalu, saat penandatanganan prasasti kerja sama yang dihadiri langsung Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., M.AP., yang juga merupakan alumni Darun Nizham. Kehadirannya menjadi simbol kontribusi pesantren dalam melahirkan pemimpin yang kembali membangun daerah.
“Ini adalah bukti kerja nyata kemitraan lintas sektor untuk mewujudkan generasi cerdas, mandiri, dan berkarakter Islami,” ungkap konseptor SIRAMBI ini.
Kerja sama ini resmi diperpanjang lima tahun ke depan dan akan membuka kolaborasi multisektor. Darun Nizham menegaskan komitmennya mencetak santri yang tak hanya mumpuni dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing dalam ekonomi industri halal.
“Kita ingin santri tidak hanya menjadi penonton di era industri, tapi menjadi pelaku utama penggerak ekonomi halal dan teknologi Islami dari Aceh untuk dunia,” pungkas Ridwan.
Dengan tambahan 10 sertifikat halal yang diserahkan kepada dewan guru, serta jaringan kolaborasi yang kini mencapai 39 lembaga, SIRAMBI siap melaju menjadi model inovasi pendidikan ekonomi pesantren di tingkat nasional.
Penulis : Redaksi









