TAGACEH – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darun Nizham di Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya menggelar sembilan cabang lomba permainan tradisional dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80.
Acara yang dipusatkan di komplek SMP Darun Nizham ini dimulai 12 hingga 16 Agustus 2025.
Sembilan permainan tradisional itu meliputi Manok Tadu (ayam bersembunyi), Panci 1000, Panci Chok, Timbak Rusa, Rom Bruek, Patok Lele, Geuntet Talo, dan Geuntet Kaye, serta Tali Yeye.
Suasana penuh keakraban dan kebersamaan tercipta di lapangan sekolah. Bukan hanya siswa dan orang tua, guru-guru pun ikut serta meramaikan acara, membantu kelancaran jalannya perlombaan, dan memberikan semangat kepada para peserta.
Ketua Panitia Pelaksana, Sulaiman mengatakan, lomba tradisional dalam rangka menyemarakkan HUT RI diikuti oleh ratusan siswa-siswi. Permainan tradisional ini dipilih bukan hanya hiburan semata, tetapi sebagai upaya melestarian budaya bagi generasi muda.
” Di era digital yang serba instan, permainan tradisional sering terpinggirkan. Padahal, di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, kerja sama, dan keuletan yang perlu dijaga dan diwariskan.” katanya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMP Darun Nizham, Ridwan, menyatakan haru dan terinspirasi dengan ide kreatif panitia mengadakan lomba permainan tradisional dalam menyemarakkan HUT RI ke-80.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkap Ridwan dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya, permainan tradisional memiliki banyak manfaat bagi generasi muda, termasuk pengembangan fisik, sosial, kognitif, dan pelestarian budaya.
Selain meningkatkan kesehatan fisik dan kemampuan kerjasama, permainan tradisional juga memperkenalkan nilai-nilai budaya dan sejarah, memperkuat identitas nasional, serta mengurangi ketergantungan pada gawai.
“Ini sejalan dengan visi misi sekolah kami untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta budaya bangsa.” Ucap Ridwan.
Acara ini membuktikan bahwa perayaan HUT RI bisa dilakukan dengan cara yang unik, menarik, dan mendidik. SMP Darun Nizham telah memberikan contoh nyata bagaimana permainan tradisional dapat dihidupkan kembali dan menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
“Panci Chok dan Manok Tadu” ala SMP Darun Nizham ini bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi juga sebuah gerakan pelestarian budaya yang patut diacungi jempol dan ditiru oleh sekolah-sekolah lain di Indonesia.
“Semoga semangat ini terus berkobar dan menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya bangsa.” tutupnya.(*)
Penulis : Redaksi









