TAGACEH – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menjalin kerja sama pengabdian masyarakat dengan TPQ Raudhatul Qur’an, Kamis, 26 Juni 2025.
Kerjasama ini sebagai bentuk aktualisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan dosen dan Himpunan Mahasiswa KPI, serta menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan nilai-nilai akademik ke ruang-ruang pendidikan keagamaan.
Ketua Prodi KPI, Heri Rahmatsyah Putra, menyebutkan bahwa TPQ Raudhatul Qur’an dipilih sebagai mitra karena memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.
Lebih lanjut, Heri menambahkan bahwa keterlibatan dosen tidak hanya sebatas pendampingan teknis, tetapi juga mencakup penguatan kurikulum komunikasi dakwah.
“Kami melihat TPQ ini tidak hanya sebagai lembaga keagamaan, tapi juga ruang sosial yang strategis dalam membangun komunikasi Islam yang humanis dan transformatif. Di sinilah kontribusi keilmuan KPI kami coba hadirkan,” ungkapnya.
Ketua HIMA KPI, Jihan, menyampaikan bahwa kontribusi mahasiswa antara lain berupa edukasi kepada anak-anak usia dini terkait penggunaan gadget.
“Anak-anak perlu pendampingan orang tua dalam penggunaan smartphone agar lebih bijak. Edukasi ini kami berikan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini,” ujarnya.
Sekretaris TPQ Raudhatul Qur’an, Nurul Taflihati Masykar, M.Sc, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kegiatan edukatif yang dilakukan. Ia menilai, isu penggunaan gadget di kalangan santri menjadi tantangan besar yang perlu direspon serius.
“Sosialisasi seperti ini sangat penting sebagai langkah awal membangun kesadaran anak dan orang tua. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, insyaAllah bisa menjadi pondasi kuat dalam penggunaan gadget yang sehat,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi cerminan dari komitmen akademik Prodi KPI dalam menjembatani ilmu dan praktik, serta memperkuat jejaring sosial berbasis dakwah komunitas. Di sisi lain, kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan lembaga pendidikan Islam lokal, demi memperkuat pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat.(*)
Penulis : Redaksi









