TAGACEH – Program studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh jalani asesmen lapangan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui dalam jaringan (daring).
Asesmen yang dipusatkan di aula Gedung Pendidikan Terintegrasi tersebut, berlangsung hingga 3 April 2026.
Asesmen tersebut menghadirkan dua asesor BAN-PT, yaitu Prof Dr Ilyas Supena MAg dari UIN Walisongo Semarang dan Prof Dr H Zaenal Mukarom MSi dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof Dr H Syamsuar MAg menyampaikan, pihaknya terus berkomitmen dalam memajukan dan mengembangkan pendidikan tinggi Islam, khususnya di barat selatan Aceh dengan memfokuskan pada peningkatan kualitas akademik, tata kelola, dan pelayanan pendidikan.
Syamsuar menyebutkan, STAIN Meulaboh didukung oleh dosen-dosen profesional dan kompeten yang aktif dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. STAIN Meulaboh telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di tingkat lokal, nasional, hingga internasional guna meningkatkan kapasitas kelembagaan dan jejaring akademik.
Syamsuar menjelaskan, asesmen lapangan tersebut menjadi momen penting untuk evaluasi dan refleksi, serta memperoleh masukan dan rekomendasi konstruktif guna memperkuat kualitas akademik dan tata kelola, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
”Hasil asesmen ini nantinya akan menjadi dasar dalam upaya perbaikan berkelanjutan ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Asesor I, Prof Ilyas Supena MAg menyampaikan, proses asesmen dilaksanakan secara objektif, transparan, dan adil sesuai standar BAN-PT. Penilaian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada dokumen, tetapi juga pada kesesuaian dengan kondisi nyata di lapangan.
“Asesmen ini merupakan proses verifikasi, klarifikasi, dan validasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, termasuk tata kelola, proses pembelajaran, kinerja dosen, serta luaran yang dihasilkan,” jelasnya.
Prof Ilyas menekankan pentingnya keterbukaan dan kerja sama seluruh sivitas akademika agar proses asesmen berjalan optimal. Selain sebagai evaluasi, asesmen lapangan juga menjadi sarana pembinaan untuk mendorong peningkatan mutu program studi secara berkelanjutan.
Asesmen tersebut turut dihadiri pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra kerjasama.(*)
Penulis : Redaksi









